Kamis, 22 Juni 2017
Selasa, 20 Juni 2017
Minggu, 18 Juni 2017
Jumat, 02 Juni 2017
Jumat, 02 Mei 2014
KULTUR JARINGAN
KULTUR
JARINGAN
PENGERTIAN
Kultur
jaringan adalah salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur
jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian
tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut
dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh
dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga sehingga bagian tanaman dapat
memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari
teknik kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian
vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.
Berbeda dari teknik perbanyakkan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro ( bahasa latin), berarti ”didalam kaca” karena jaringan tersebut di biakkan di dalam botol kultur dengan medium dan konsidi tertentu.
TEORI DASAR
Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi. Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkembang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup. Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.
Berbeda dari teknik perbanyakkan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro ( bahasa latin), berarti ”didalam kaca” karena jaringan tersebut di biakkan di dalam botol kultur dengan medium dan konsidi tertentu.
TEORI DASAR
Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi. Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkembang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup. Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.
TUJUAN
Tujuan
kegiatan kultur jaringan adalah perbanyakan masal tanaman yang biasanya sangat
lambat dengan metoda konvensional dalam jumlah yang besar dalam waktu yang
singkat, selain itu diperoleh tanaman yang bebas virus, membantu pemulian
tanaman untuk mempercepat pencapaian tujuan penelitian pada tanaman yang biasa
diperbanyak secara vegetatif.
KEUNGGULAN
Metode
kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya
untuk tanaman yang sulit dikembangkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan
dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain :
1.
Mempunyai sifat yang identik dengan induknya
2.
Dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga
tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas
3.
Mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam
waktu singkat
4.
Kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin
5.
Kecepatan tumbuh bibit lebih cepat di bandingkan
dengan perbanyakan konvensional
6.
Pengadaan bibit tidak tergantung musim
7.
Hemat tempat dan waktu
Contoh
tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman
anggrek. Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak
tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif.
Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan,
antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak
dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas,
mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat,
kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat
dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
KELEMAHAN
1.
Melestarikan sifat tanaman induk
2.
Dapat menghasilkan tanaman yang bebas virus
3.
Dapat dijadikan sarana untuk melestarikan plasma
nutfah
4.
Untuk menciptakan varietas baru melalui rekayasa
genetika sel
5.
Pelaksanaan tidak tergantung pada musim
T A H A P
Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah :
Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah :
1. Media
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang di gunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu di perlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
Ada dua penggolongan media tumbuh : media padat dan media cair. Media padat umumnya berupa padatan gel, seperti agar, dimana nutrisi dicampurkan pada agar. Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air. Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak, tergantung kebutuhan.
2. Intisiasi
Intisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.
Ada beberapa tipe jaringan yang di gunakan sebagai eksplan dalam pengerjaan kultur jaringan. Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. Jaringan tipe pertama ini bisa ditemukan pada tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupun kambium batang. Tipe jaringan kedua adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya. Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosistesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang di gunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu di perlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
Ada dua penggolongan media tumbuh : media padat dan media cair. Media padat umumnya berupa padatan gel, seperti agar, dimana nutrisi dicampurkan pada agar. Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air. Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak, tergantung kebutuhan.
2. Intisiasi
Intisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.
Ada beberapa tipe jaringan yang di gunakan sebagai eksplan dalam pengerjaan kultur jaringan. Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. Jaringan tipe pertama ini bisa ditemukan pada tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupun kambium batang. Tipe jaringan kedua adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya. Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosistesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.
3. Sterilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu dilaminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.
4. Multiplikasi
Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami eksplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.
5.Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan oleh jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).
6. Aklimatisasi
Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.
F. Lokasi laboratorium
Persyaratan lokasi laboratorium kultur jaringan hendaknya jauh dari sumber polusi, dekat dengan sumber tenaga listrik dan air. Untuk menghemat tenaga listrik, ada baiknya bila laboratorium kultur jaringan ditempatkan di daerah yang tinggi, agar suhu ruangan tetap rendah.
G. Kapasitas laboratorium
Ukuran laboratorium tergantung pada jumlah bibit tergantung pada jumlah bibit yang akan diproduksi. Untuk ukuran laboratorium sekitar 250 m2, bibit yang dapat diproduksi tiap tahun sekitar 400-500.000 planlet/bibit, yang dapat memenuhi pertanaman seluas 500-800 ha. Dalam suatu laboratorium minimal terdapat 5 ruangan terpisah, yaitu gudang (ruang) untuk penyimpanan bahan, ruang pembuatan media, ruang tanam, ruang inkubasi (untuk pertunasan dan pembentukan planlet/bibit tanama) dan rumah kaca.
Persyaratan lokasi laboratorium kultur jaringan hendaknya jauh dari sumber polusi, dekat dengan sumber tenaga listrik dan air. Untuk menghemat tenaga listrik, ada baiknya bila laboratorium kultur jaringan ditempatkan di daerah yang tinggi, agar suhu ruangan tetap rendah.
G. Kapasitas laboratorium
Ukuran laboratorium tergantung pada jumlah bibit tergantung pada jumlah bibit yang akan diproduksi. Untuk ukuran laboratorium sekitar 250 m2, bibit yang dapat diproduksi tiap tahun sekitar 400-500.000 planlet/bibit, yang dapat memenuhi pertanaman seluas 500-800 ha. Dalam suatu laboratorium minimal terdapat 5 ruangan terpisah, yaitu gudang (ruang) untuk penyimpanan bahan, ruang pembuatan media, ruang tanam, ruang inkubasi (untuk pertunasan dan pembentukan planlet/bibit tanama) dan rumah kaca.
Selasa, 18 Februari 2014
Tugas KKPI Kelas 4 Semester 8
Nama : Erik Yuliantoro
Kelas : 4 Agronomi 4
Nis : 7066
1. Komoditas Perusahaan
PT. SEED NUSANTARA merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang produksi benih tanaman, pada umumnya benih tanaman buah dan sayuran.
Untuk sayuran benih yang diproduksi adalah:
a. sawi
b. bayam
c. kacang panjang
d. buncis
e. pare
f. dan kangkung.
Sedangkan untuk buah benih yang diproduksi adalah:
a. buah semangka
b. mentimun
c. dan melon.
2. Penanganan Quality Qontrol Perusahaan
Penanganan Quality Qontrol dilakukan oleh seorang petugas QC dengan melakukan pengecekan pada benih secara berkala.
pengecekan benih meliputi:
a. Ukuran benih
b. Warna benih
c. Bernas atau tidak
d. Bentuk
e. Permukaan dari benih, dll
Selain itu pengecekan juga dilakukan pada tanaman yang dibudidayakan pada perusahaan tersebut, pengecekan dilakukan pada seluruh bagian tanaman apakah tanaman tersebut terserang hama atau penyakit atau tidak. Jika tanaman terserang penyakit atau virus maka tanaman tersebut akan dilakukan pengendalian. Tanaman akan disemprot menggunakan herbisida maupun pestisida. Jika penyakit tanaman tidak bisa ditanggulangi menggunakan bahan kimia maka tanaman yang terserang akan dicabut dan kemudian akan dibakar, kegiatan ini bertujuan agar penyakit tersebut tidak menular pada tanaman yang lain.
3. Penanganan Limbah Perusahaan
Limbah dari perusahaan ini hanya berupa sampah-sampah organik yang mudah busuk, misalnya sisa-sisa tanaman setelah panen sehingga bisa dibuat menjadi pupuk kompos atau bisa juga dibenamkan. Untuk limbah berupa plastik-plastik dilakukan pembakaran sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Dan untuk limbah berupa gulma dapat dijadikan sebagai pupuk organik atau kompos dengan cara di fermentasikan terlebih dahulu agar mudah dalam pemberian kompos pada tanaman. Tujuan dari fermentasi adalah agar bahan bahan yang digunakan ukuranya lebih kecil dan tidak berbau.
4. HRD dan standard Pegawai Perusahaan
Personalia dalam perusahaan menggambarkan keadaan karyawan yang meliputi jumlah karyawan atau tenaga kerja, hari, dan jam kerja dibawah ini :
• Jumlah karyawan : 20 orang
• Hari dan Jam Kerja terdiri dari enam hari kerja dalam seminggu dengan jam kerja adalah 8 jam sehari. Berdasarkan pertimbangan sifat kerjanya, maka jam kerja dn sifat kerja perusahaan adalah sebagai berikut :
Senin - Sabtu : 07.00 – 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 – 13.00 WIB
Minggu : libur
Kesejahteraan Karyawan Sistem pengupahan berupa pemberian gaji pokok dan THR.
• Fasilitas
Tersedianya musholla untuk menunaikan sholat bagi yang beragama Islam.
Inverntaris motor bagi semua karyawan.
Toilet
Kantor dan ruang istiraht para karyawan
Selain itu juga disediakan mes untuk karyawan yang tempat tinggalnya jauh
5. Produk hasil olahan dan sasaran pemakai local/Eksport/ Import Perusahaan
Produk yang dihasilkan berupa benih untuk tanaman buah dan sayuran dengan kualitas yang baik, sasaran pemakainya adalah para petani dan juga perusahaan yang bergerak dibidang pertanian
6. System Pemasaran produk/jasa Perusahaan
Produk yang dihasilkan berupa benih tanaman buah dan sayuran, dengan jangkauan pemasaran seluruh indonesia untuk pulau jawa meliputi:
a. Jakarta
b. Bekasi
c. Bandung
d. Surabaya
e. Semarang
f. Jogjakarta
g. Bogor
h. Depok
i. Sukabumi, dll
Sedangkan untuk luar pulau jawa meliputi:
a. Sumatra
b. Kalimantan
c. Bali
d. Sulawesi
e. Nusa tenggara timur,dll
7. Struktur organisasi perusahaan.

Langganan:
Postingan (Atom)